Tubuh manusia diciptakan bukan sebagai pemakan daging. Karena itu, daging hewan yang dimakan manusia akan menjadi sumber berbagai penyakit.
Menurut aliran gaya hidup vegetarian, selain bergaya back to nature yang ditandai dengan hidup lebih dekat dengan alam, kaum muda AS juga mulai menolak makanan dari daging. Sebagai gantinya, mereka memilih makanan dari tumbuhan. Ada keyakinan makanan dari tumbuhan memiliki banyak keuntungan. Yang terpenting, hampir tak mengandung sel-sel penyakit yang dapat menyebabkan penyakit.
Pada 1961, Journal of American Medical Association menyatakan pola makan vegetarian bisa mencegah penyumbatan urat nadi jantung hingga 97%. Menurut Rita Butram, Kepala Bidang Makanan dan Kanker dari National Cancer Institute AS, 35%-40% dari semua kematian karena kanker ada kaitannya dengan makanan. Berikut ini beberapa alasan medis mengapa makanan dari serat tumbuhan lebih sehat.
1. Metabolisme manusia tidak dapat mencerna lemak jenuh yang dikandung daging. Akibatnya, darah pemakan daging akan menjadi semakin mengental kemudian menyumbat dinding-dinding pembuluh darah dan peredaran darah dalam tubuh menjadi tidak lancar. Sehingga, menimbulkan berbagai penyakit, seperti stroke, asam urat, dan jantung. Menurut WHO, 50% dari kematian dunia disebabkan penyakit jantung dan merupakan pembunuh nomor satu di dunia.
2. Usus besar dan kecil manusia lebih panjang, berlipat-lipat, dan dindingnya bergelombang jika dibandingkan usus hewan pemakan daging. Akibatnya, pencernaan daging yang tidak berserat pada manusia membutuhkan waktu lima hari, sedangkan makanan vegetarian yang kaya serat hanya membutuhkan waktu dua hari. Pada hari ketiga, daging hewan dalam usus manusia membusuk dan mengeluarkan racun atau zat karsinogenik (penyebab kanker). Menurut WHO, 25% dari kematian manusia di dunia disebabkan penyakit kanker dan merupakan pembunuh nomor dua di dunia.
Tidak hanya alasan kesehatan, kaum vegetarian juga punya alasan mengapa mereka memilih jalan hidup seperti itu. Keyakinan itu adalah cara hidup, makan, dan minum seluruhnya harus secara total diintegrasikan ke alam, sinar matahari, udara, air, dan ciptaan Tuhan YME lainnya. Berikut alasan spiritual dan moral kaum vegetarian.
1. Manusia tidak dapat memperoleh sepotong daging tanpa menyakiti dan menyebabkan pembunuhan. Seperti diketahui, hewan mengandung energi negatif, nafsu rendah, dan egois. Jika dimakan manusia, energi negatif, nafsu, dan sifat egois binatang itu akan menodai batin (energi) manusia.
2. Tanpa daging hewan, manusia kesulitan mengendalikan nafsu, ego, serta emosinya. Dengan memakan daging hewan, manusia akan bertambah sulit lagi mengendalikan ketiga unsur di atas. Sehingga, pikiran dan perbuatannya sering jahat.
Menurut aliran gaya hidup vegetarian, selain bergaya back to nature yang ditandai dengan hidup lebih dekat dengan alam, kaum muda AS juga mulai menolak makanan dari daging. Sebagai gantinya, mereka memilih makanan dari tumbuhan. Ada keyakinan makanan dari tumbuhan memiliki banyak keuntungan. Yang terpenting, hampir tak mengandung sel-sel penyakit yang dapat menyebabkan penyakit.
Pada 1961, Journal of American Medical Association menyatakan pola makan vegetarian bisa mencegah penyumbatan urat nadi jantung hingga 97%. Menurut Rita Butram, Kepala Bidang Makanan dan Kanker dari National Cancer Institute AS, 35%-40% dari semua kematian karena kanker ada kaitannya dengan makanan. Berikut ini beberapa alasan medis mengapa makanan dari serat tumbuhan lebih sehat.
1. Metabolisme manusia tidak dapat mencerna lemak jenuh yang dikandung daging. Akibatnya, darah pemakan daging akan menjadi semakin mengental kemudian menyumbat dinding-dinding pembuluh darah dan peredaran darah dalam tubuh menjadi tidak lancar. Sehingga, menimbulkan berbagai penyakit, seperti stroke, asam urat, dan jantung. Menurut WHO, 50% dari kematian dunia disebabkan penyakit jantung dan merupakan pembunuh nomor satu di dunia.
2. Usus besar dan kecil manusia lebih panjang, berlipat-lipat, dan dindingnya bergelombang jika dibandingkan usus hewan pemakan daging. Akibatnya, pencernaan daging yang tidak berserat pada manusia membutuhkan waktu lima hari, sedangkan makanan vegetarian yang kaya serat hanya membutuhkan waktu dua hari. Pada hari ketiga, daging hewan dalam usus manusia membusuk dan mengeluarkan racun atau zat karsinogenik (penyebab kanker). Menurut WHO, 25% dari kematian manusia di dunia disebabkan penyakit kanker dan merupakan pembunuh nomor dua di dunia.
Tidak hanya alasan kesehatan, kaum vegetarian juga punya alasan mengapa mereka memilih jalan hidup seperti itu. Keyakinan itu adalah cara hidup, makan, dan minum seluruhnya harus secara total diintegrasikan ke alam, sinar matahari, udara, air, dan ciptaan Tuhan YME lainnya. Berikut alasan spiritual dan moral kaum vegetarian.
1. Manusia tidak dapat memperoleh sepotong daging tanpa menyakiti dan menyebabkan pembunuhan. Seperti diketahui, hewan mengandung energi negatif, nafsu rendah, dan egois. Jika dimakan manusia, energi negatif, nafsu, dan sifat egois binatang itu akan menodai batin (energi) manusia.
2. Tanpa daging hewan, manusia kesulitan mengendalikan nafsu, ego, serta emosinya. Dengan memakan daging hewan, manusia akan bertambah sulit lagi mengendalikan ketiga unsur di atas. Sehingga, pikiran dan perbuatannya sering jahat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar